Kendari_UMK, Hari kedua workshop Kurikulum Program Studi Ilmu manajemen berlangsung di kantor Learning Centre Otoritas Jasa Keungan Provinsi Sulawesi Tenggra. Tepat pukul 09.00 WITA workshop langsung dibuka oleh ketua program studi ilmu manajemen FEKON UMK La Ode Alimusa.
Dalam pembukanya, Alimusa menyampaikan bahwa Agenda hari ini adalah penyusunan Kurikulum atau penyusunan kerangka mata kuliah yang akan diprogramkan oleh mahasiswa (i) Ilmu manajemen FEKON UMK kedepan.
Narasumber yang hadir pada workshop itu adalah Dr. H. La Utu, SE.,MM dan Dr. H. Hasan Aedy, SE.,M.Si. dihari kedua itu pula, hadir Ketua Asosiasi UMKM Kota Kendari H. Abdul Hakim, SE.,M.Si
Kami dari pihak asosiasi siap membantu mahasiswa mahasiswi UMK yang ingin meningkatkan kapasitas atau keterampilannya. Terlebih sudah tersedianya lagi BLK. Tentu kami bisa memfasilitasi itu untuk memberikan atau upaya peningkatan keterampilan dari mahasiswa yang mau.’tutur Abdul Hakim.
Kegiatan workshop ditutup pada pukul 17.00 WITA. Saat ditemui ketua jurusan Ilmu manajemen FEKON UMK saat dikonfirmasi hasil dari workshop itu, dia menuturkan bahwa ada beberapa mata kuliah yang ditambahkan dan juga konsentrasinya.
“Ada mata kuliah yang ditambahkan tadi adalah konsentrasi manajemen asset, manajemen bisnis syariah. Kemudian mata kuliah yang bertambah secara umum itu untuk mata kuliah kinsentrasi masing masing masih ada syariahnya”
Berdasarkan cabang ilmu untuk eknomi islam umumnya disebut dengan syariah. Sehingga pada workshop tersebut beberpa matakuliah yang dulunya namanya ekonomi islam misalnya diubah menjadi manajemen syariah.
Ditambahkan oleh alimusa bahwa mata kuliah tambahan seperti konsentrasi syariah kemudian manajemen syariah, manajemen SDM Syariah dan manajemen keuangan syariah itu matakuliah yang ditambahkan. Hal ini disesuaikan dengan visi Ilmu manajemen FEKON UMK.’ Imbuhnya.
Karena visi yang diangkat oleh jurusal ilmu manajemen berbasis syariah makan diikutkan pula semua konsentrasinya untuk berbasis syariah. Kecuali manajemen asset yang dikarenakan arahnya yang berbeda dan bersifat umum.
Sementara mata kuliah yang dihilangkan adalah mata kuliah BTQ atau baca tulis Quran karena sudah masuh pada mata kuliah AIK atau Agama islam dan Kemuhammadiyaan. Itupun didalamnya telah ada perunahan berdasarkan pedoman Dikti tentang Kemuhammadiayaan ini. Untuk aplikasi computer berganti menjadi komputerisasi dan manajemen. Termasuk sosioleogi politik yang dihapuskan.
Terkait tenaga pengajar atau dosen pengampuh mata kuliah baru seperti Manajemen Asset, pihak fakultas akan dibantu oleh ternaga dari luar dan akan dibebankan kepada dosen tetap yang memiliki kompetensi untuk mengampuh mata kuliah itu Dan yang tidak kalah penting itu akan melibatkan praktisi dan itu dilegalkan oleh perguruan tinggi semacam MOU dari perguruan tinggi misalnya pihak BUMN mengajar di UMK dan itu sudah biasa kita lakukan,’Tutur Alimusa.
Tinggalkan Komentar