Kendari-UMK, Tanggal 14 Maret 2016 Prof. Dr. Bahrullah Akbar Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) , Hadir Di Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) untuk membawakan kuliah Umum bertajuk Membangun Indonesia dari Daerah. Acara yang difasilitasi oleh Fakultas Ekonomi UMK itu dihadiri oleh civitas akademika UMK beserta mahasiswa dari Universitas Halu Oleo Kendari. Dalam kuliah umum tersebut Bahrullah didampingi langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Muhammad Nur.
Dalam kunjungannya ke UMK Bahrullah ikut membawa rombongan dari kantor pusat maupun kantor perwakilan BPK di Sulawesi Tenggara. Hadir Auditor Utama AKN VI Sjafrudin Mosii; Kepala Perwakilan Widyamantoro; Kepala Auditorat AKN VI Khabib Zainuri; Kepala Sekretariat Perwakilan Suwito; Kepala Sub Auditorat SULTRA 1 Priyono; Kepala Sub Auditorat Sultra 2 Hermanto dan Pengendali Teknis Dedek Nandemar. Sementara dari pihak universitas pada acara tersebut hadir ketua Badan Penasehat Harian UMK Sainuddin; Kepala Biro Keuangan M. Sukur; Ketua Lembaga Jaminan Mutu Ahmad Muhlis dan DEKAN Fekon UMK Syamsul Anam.
Dihadapan Civitas Akademika UMK Bahrullah Menyampaikan secara rinci bagaimana peran BPK dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat. Ada 4 agenda yang disampaikan oleh anggota VI BPK RI tersebut yaitu Perkembangan Ekonomi Global;Governance dan Akuntabilitas; Peran BPK dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat dan Dana Desa Alur Dana ke Daerah.
Bahrullah menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga hal yang mengakibatkan negara itu gagal. Pertama persoalan geografis; Keuda persoalan Etos Kerja dan Ketiga adalah Akses Masyarakat ke Pemerintah.”Ungkapnya
Disambungnya bahwa saat ini ekonomi dunia sedang melangami perlambatan atau lesu. Diwaktu yang sama, ekspor Indonesia pun jatuh sebab adanya hubungan dagang antara Indonesia dengan beberapa negara yang nilainya cukup besar. Pada periode januari-oktober 2015, nilai ekspor Indonesia hanya mencapai US$ 127 Milyar atau turun 14% disbanding tahun sebelumnya dan penurunan ini juga terjadi terjadi dibeberapa negara tujuan ekspor Indonesia seperti china -20,1, Australia -20,6 dan itali pertumbuhannya -15,4%.
Bahrullah juga menegaskan bahwa dalam menjalankan fungsinya BPK bukan mencari koruptor tapi menciptakan laporan keuangan yang akuntabel, transparan dan professional. Dalam sepuluh tahun terakhir BPK mendorong transparasi 42 triliun dalam 3000 triliun yang telah di periksa.
Dalam perjalannanya BPK telah melaksanankan dan mendorong asas Kejujuran dan legalitas, akuntabilitas proses, akuntabilitas kinerja dan akuntabilitas program dan yang belum terlaksana adalah akuntabilitas kebijakan.
Bahrullah mengharapkan civitas akademika UMK bisa berperan aktif pula dalam membantu menjalankan peran BPK ini hingga ke tataran pemerintahan terrendah didaerah sehingga apa yang menjadi cita cita bangsa ini bisa terwujud seperti memberikan pengetahuna bagaimana pengelolaan keuangan yang baik dan benar.
Pada acara penutup rektor UMK menyematkan kain tenun khas SULTRA kepada Prof. Bahrullah dan menyerahkan Piagam sebagai bentuk penghargaan atas kesediaanya membawakan kuliah umum.
Tinggalkan Komentar