Outlook Ekonomi Indonesia 2020 dan Keuangan Haji

  • home -
  • Outlook Ekonomi Indonesia 2020 dan Keuan...
research
  • 13 Dec
  • 2019

Outlook Ekonomi Indonesia 2020 dan Keuangan Haji

Dr. Abdul Hamid Paddu, MA hadir di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Muhammadiyah Kendari (FEBI UMK) membawakan Kuliah Umum dengan tema Outlook Ekonomi Indonesia dan Pengelolaan dana Haji (13/12/2019).

Kuliah umum ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa FEBI UMK di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Kendari.

Kuliah umum yang mengangkat tema outlook ekonomi Indonesia telah menjadi agenda rutin febi umk tiap akhir tahun. Kegiatan ini dimaksudkan agar civitas akademika febi UMK memperoleh gambaran umum dan informasi terkirni perihal kondisi dan ramalah perekonomian Indonesia ditahun yang akan datang.

Selain data dan informasi dunia maupun nasional, kehadiran Supervisory Board Badan Pengelola Keuangan Haji ini diharapkan dapat memberikan pula ragam informasi baru mengenai pengelolaan dana haji di Indonesia.

Ekonomi Senior UNHAS membuka kuliah umumnya dengan menunjukan bagaimana tantangan Global dan Domestik dimana keduanya penuh dengan ketidakpastian dan gejolak. Mulai dari resiko eksternal seperti Amerika dengan trump effectnya dan penurunan suku bunga, RRT dengan Economic Rebalancing hingga harga komoditas yang masih bergejolak.

Selain itu dia juga menunjukan bagaiman resiko domestik yang juga turut menghambat produktifitas perekonomian. Mulai dari kesenjangan infrastruktur hingga fiscal space yang terbatas.

Tantangan tahun 2020 adalah kemelut Perang Dagang dan Geo Politik, Kinerja Reformasi masih dibawah standar International hingga system investasi yang masih defensive. Proyeksi pertumbuhan  perdagangan global di tahun  2019 diprediksi akan lebih  rendah dibandingkan tahun  2018, tetapi akan membaik di  tahun 2020,’’ tuturnya.

Disela sela paparannya Abdul Hamid juga mereview bagaimana era digital masuk di seluruh ruang aktivitas keseharian kita. Sambil mengangkat Handponenya dia menyampaikan bahwa hampir semua kativitasnya dapat diselesaikan di media flate (handphone) nya.

Kita harus memaksakan diri kita untuk masuk ke dalam era 4.0 karena dalam waktu dekat kita akan berhadapan lagi dengan era 5.0, “ucapnya.

Dia juga menghimbau agar kampus dan perguruan tinggi mencoba merubah mindset nya. Kelas dan kampus harus membuka ruang untuk menciptakan dan meningkatkan kreatifitas serta inovasi dari mahasiswa.

Yang harus dilakukan adalah merangsang kratifitas, kampus harus membuka program kegiatan untuk memicu kreatifitas, itu tuntutan untuk perguruan tinggi,” sambungnya

Menutup paprannya dia memberikan 5 catatan penting untuk melihat tahun 2020 yaitu:

  1. Ketidakpastian ekonomi global akan terus berlanjut
  2. Meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik, namun penguatan  Rupiah yang lebih disebabkan karena faktor global akan memberikan dampak yang kurang kepada perekonomian Indonesia secara  keseluruhan
  3. Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana menambah pasokan valas di dalam negeri yang lebih bersifat jangka panjang dan menyentuh sektor riil.
  4. Sektor Perbankan akan menghadapi normalisasi suku bunga dan masalah likuiditas. Sehingga ke depannya fokus menjaga kualitas aset menjadi salah satu faktor yang penting.
  5. Perbankan Syariah terus berkembang, namun perkembangannya belum sesuai target