Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan bisnis islam (FEBI) Universotas Muhammadiyah Kendari (UMK) kembali me yudisium Mahasiswanya tahun 2019. Seperti biasa FEBI menyelenggarakan Yudisium di Gedung Islamic Centre UMK. Selain ketua BPH, di acara tersebut, Rektor UMK terpilih bapak Amir Mahmud, SP.,MP juga hadir memberikan sambutan di tengah peserta yudisium (15/04/2019).
Kali ini ada 90 orang mahasiswa di yudisium oleh ketua program studi manajemen, bapak La Ode Alimusa.
Diacara yang sama dekan FEBI UMK Syamsul Anam menyampaikan dalam sambutannya bahwa tantangan dan persaingan dunia kerja saat ini semakin ketat. Sebab bukan hanya ijazah yang dilihat namun kompentensi atau keahlian serta karya-karya dari calon tenaga kerja itu sendiri di menjadi ukuran untuk bisa diterima.
Dalam sambutannya beliau menngambil contoh Google yang menerima tenaga kerja di beberapa kantornya, tidak menjadikan ijazah sebagai salah satu syarat untuk diterima, namun keahlian dan masterpiece dari setiap pendaftar menjadi tolok ukur untuk diterimanya.
“Google membuka rekrutmen kariawan tanpa ijazah yang dibutuhkan masterpiece”
Selain google dekan febi juge memberikan contoh tentang ditemukannya Gambar Black Hole atau Lubang Hitam Oleh Ilmuwan Ketie Bouman yang mengguncangkan dunia. Dia bukanlah seorang astronot yang terbang keluar angkasa untuk namun dia merupakan seorang ilmuwan computer yang dengan keahliannya dia mencoba mengembangkan algoritma untuk menciptakan gambar lubang hitam pertama kali dalam sejarah.
Dia menekankan bahwa dengan dua contoh diatas, kita harus bersiap dengan situasi dimana ijazah dan kompetensi keilmuan kita di perguruan tinggi tidak lagi dipentingkan. Kedua, kita harus bersiap menyelesaikan berbagai masalah di masyarakat, diluar kompetensi yang kita miliki.
Tidak lupa dekan febi menyampaikan selamat kepada peserta yudisium dan berharap agar mereka dapat memberikan manfaat dan kebaikan di masyarakat.
dalam acara Yudisum tersebut rektor UMK menyampaikan bahwa kuliah yang sesungguhnya itu adalah ketika kita sdah terjun di masyarakat. Kelak kita berharap semua alumni khususnya yang diyudisium hari ini, sebagai orang terpelajar seyogyanya dapat menjadi panutan dan contoh yang baik di masyarakat.’’ tuturnya.
Kedepan Kampus perlu menerbitkan ijazah pendamping baik itu ijazah kursus ataupun IT lainnya. Hal ini guna mendukung kualifikasi pendidikan dan kompetensinya di Perguruan tinggi saat memasuki dunia kerja, sebab Ijazah saja tidak cukup untuk menjawab tantangan dunia kerja saat ini,’’ ucap BPH dalam sesi sambutannya.
Acara yudisium berjalan hikmat dan menobatkan saudara Muhammad Wagas sebagai lulusan terbaik dengan lama studi empat tahun tujuh bulan.
Tinggalkan Komentar