Kendari-UMK. Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menggelar Seminar Pra Musywil Ke 7 Muhammadiyah Sultra di Gedung Islamic Centre (GIC) UMK. Seminar yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sultra mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi dan Peran Lembaga Keuangan Menuju Masyarakat Sulawesi Tenggara yang Berkemajuan”. Selain untuk mengedukasi, seminar ini digelar dalam rangka menyambut pelaksanaan MUSYWIL Ke 7 Muhammadiyah SULTRA yang akan diselenggarakan pada bulan Desember 2015 di Kabupaten Kolaka.
Acara yang diselenggarakan pada hari senin 9 november 2015 itu, dihadiri Lebih dari 200 orang peserta. “Kurang lebih 200 orang peserta hadir dalam seminar pagi hari ini, mereka berasal dari lembaga keunagan, finance, asuransi, Para DEKAN di UMK, mahasiswa Universitas Halu Oleo dan Mahasiswa UMK juga,’’Ujar Panitia Pelaksana Seminar tersebut.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra Prof. Abdullah Alhadza. Selain itu, hadir Kepala OJK Sultra Widodo, dan, Anggota DPR RI komisi XI Haerul Saleh sebagai Narasumber pada acara itu.
Tujuan dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan, agar kegiatan dalam sector jasa keuangan bisa terselenggara dengan teratur, adil, transparan dan akuntabel; Mampu mewujudkan system keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan, dan stabil; Mampu Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. OJK sendiri memiliki fungsi menyelenggarakan system pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan disektor jasa keuangan. Sedang tugas dari OJK yaitu melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan disektor perbankan, sector pasar modal, dan sector IKNB.
“Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan di SULTRA, ini sebagai amanah UU untuk melindungi kepentingan masyarakat atau konsumen di SULTRA. kalau ada hak hak dari nasabah yang tidak dipenuhi oleh perbankan atau lembaga keuangan lainnya, silahkan mengajukan pengaduan ke pihak kami (OJK) kalau sesuai prosedur dan terbukti, kami akan tidak lanjuti,” tegas ketua OJK Sultra.
Membaiknya system keuangan dalam suatu daerah akan menjadi salah satu factor penentu pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu kesempatan kerja didaerah juga akan lebih terbuka lebar. Artinya tingkat pengangguran kita bisa menurun dan jumlah penduduk miskin akan semakin sedikit. Saat ini ada skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan permodalan. Anggaran yang disetujui dari tahun ke tahun selalu meningkat. Sekitar 30 triliun tahun 2015 KUR disetujui di APBN. “Kami berusaha agar skema ini tidak dihapus oleh pemerintah,” Ujar Haerul
Saat ini pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan III 2015 tumbuh 6.96 persen dan meningkat sebesar 5.86 persen pada tahun 2014. Ekonomi sultra tumbuh 3.86 persen pada triwulan III 2015 dan tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 6.54 persen. Salah satu factor terjadinya perlambatan pertumbuhan ini adalah tingginya aktivitas konstruksi terutama kegiatan yang anggarannya berasal dari APBN dan APBD.
Selain dari pihak OJK yang hadir sebagai pembicara pada acara tersebut, pimpinan wilayah Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Dian Nugraha Juga hadir sebagai tamu pada acara seminar ekonomi itu. Dekan Fakultas Ekonomi UMK menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada tamu undangan yang berkenaan hadir dan berharap Musyawarah Wilayah Sultra yang akan diselenggarakan pada pertengahan bulan desember 2015 bisa sukses.
Tinggalkan Komentar