Kendari_UMK, Program Studi Ilmu Manajemen FEKON UMK menyelenggarakan Workshop Kurikulum di Hotel Dragon Inn Pada Hari Kamis 11 Februari 2016 dan akan dilanjutkan pada hari Jumat 12 Februari di kantor OJK Sultra. Warkshop ini mengangkat tema Penajaman Kompetensi, Penguatan Institusi dan Peningkatan daya saing Program studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari. Workshop tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Muhammad Nur tepat pukul 09.00 WITA.
Dalam sambutannya Muhammad Nur mengungkapkan Workshop ini sangat penting untuk menghasilkan kurikulum yang baik dan tepat terlebih lagi merupakan jawaban atas permintaan pasar saat ini. Ditambahnkannya bahwa dengan hadirnya semua stekholders di dalam workshop ini diharapkan mampu memberikan masukan terkait bahan dan arah kurikulum yang nantinya akan dihasilkan sehingga lebih baik.
Workshop tersebut dihadiri oleh seluruh Dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Pimpinan Fakultas di lingkup Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai tamu undangan. Acara tersebut diisi oleh 5 orang narasumber pada hari pertama yaitu Asisten Raenal Kasali yang merupakan Pendiri Rumah Perubahan Andi Muhammad Sadat, Ketua KPKNL Sultra (Diwakili), Ketua OJK Sultra (Diwakili), Pimpinan Bank Syariah mandiri Cab. Kendari dan Prof. Samdin, SE.,MS.
Kehadiran Ketua KPKNL, Ketua OJK dan Pimpinan Bank Syariah Mandiri diworkshop itu, untuk memberikan masukan atau penguatan terkait dengan kurikulum yang akan dihasilkan nanti, terlebih kedepan akan di masukkan matakuliah Manajemen Aset sebagai salah satu kompetensi bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi UMK.
Sangat menarik apa yang akan kita bahas hari ini karena berupa pembuatan kurukulum itu merupakan otaknya perguruan tinggi dan itu tidak bisa bentuknya hanya kopi paste tapi melaui proses pemikiran yang mendalam, dan kemudian tema yang diangkat kali ini dikaitkan dengan perubahan.’Ucap Sadat saat membawakan materinya.
Arifin Mewakili Ketua KPKNL dalam materinya menekankan bahwa penting untuk melakukan penilaian asset sebab ada banyak manfaat yang akan diperoleh diantaranya adalah efektifitas, efisiensi dan optimalisasi dalam pengelolaan asset, disamping itu apabila asset itu tidak dikelila dengan baik maka konsekwesinya adalah Lepas atau hilangnya asset, Rusaknya asset hingga pada penggunaanya yang tidak optimal.
Sementara pihak bank syariah mandiri memberikan motivasi bahwa saat ini jumlah kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dengan latar belakang ekonomi syariah itu sangat besar. Setiap tahunnya setidaknya dibutuhkan 5.000 tenaga kerja di lembaga keuangan syariah, sementara saat ini masih hanya ada sekitar 1,500 yang betul betul memiliki latar belakang pendidikan ekonomi syariah. Oleh karena itu ini merupakan peluang bagi setiap universitas khsusunya UMK untuk memaksimalkan potensinya dengan membuka jurusan ini.
Workshop untuk hari pertama akan dilaksanakan sampai dengan pukul 17.00 Wita dan akan dilanjutkan kembali Pukul 08.00 pagi di Kantor OJK Sultra besok.
Tinggalkan Komentar