Kuliah Umum: Disrupsi dan Masa Depan Modal Manusia

  • home -
  • Kuliah Umum: Disrupsi dan Masa Depan M...
research
  • 17 Nov
  • 2021

Kuliah Umum: Disrupsi dan Masa Depan Modal Manusia

Era disrupsi adalah era terjadinya perubahan dari cara manual menjadi digital. Perubahan itu terjadi secara drastis mengubah tatanan kehidupan manusia di banyak bidang. Digitalisasi ragam aktifitas memberikan dampak secara langsung terhadap kontribusi manusia atas banyak hal dalam aktifitas kehidupan.

Disrupsi menuntut kita harus memiliki ragam kemampuan yang mungkin diluar skill yang kita miliki sekarang. Banyak perubahan besar yang mengubah dunia saat ini yang juga mengubah model ekonomi di masa depan. Hadirnya perubahan ini bisa menjadi tantangan bagi manusia. Sehingga kita perlu bersiap dan memaksakan diri untuk menjadi bagian daripada perubahan itu.

Untuk bisa bersaing dan survive di era saat ini, manusia tidak cukup hanya untuk menguasai hard skill melainkan perlu dibarengi dengan  penguasaan soft skill baik itu problem solving, critical thinking, people management, emotional intelligence dan lain sebagainya seperti dikutip dalam laporan WEF dengan judul “Future of jobs report”.

Prof. Dr. M. Faiz Syuaib, M.Agr., IPU yang saat ini  menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya, Kerjasama dan Pengembangan di LPPM Institute Pertanian Bogor Hadir di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammdiayah Kendari memberikan Kuliah Umum dengan tema “Disrupsi dan Masa Depan Modal Manusia (17/11/2021) di gedung E UMK.

Doktor UGS of Agric Jepang itu mengawali kuliah umumnya dengan menjelaskan posisi Indonesia dengan segala keistimewaannya dibanding dengan negara-negara lain di dunia. Mulai dari kepulauan nusantara, iklim, Sumber daya alamnya hingga soal kependudukan

Ia menuturkan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia bisa menjadi anugerah juga bisa menjadi petaka bagi pembangunan.

“tergantung mind set kita saja, kalau kemudian pertambahan jumlah penduduk itu dilihat sebagai masalah maka harus di atur atau di kurangi. Tapi kalau dilihat sebagai sumber daya yang dapat bekerja maka pertambahan penduduk ini adalah mukjizat bagi suatu negara khususnya Indonesia dengan potensi kependudukannya”, lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bagaimana transformasi perkembangan sistem dan teknologi masuk pada sector pertanian. Menariknya budaya bertani atau bercocok tanam itu datang dari asia.

Sistem, cara kerja dan teknologi adalah cerminan  dari perjalanan  atau survival dalam ‘evolusi budaya dan peradaban. proses inovasi dan pengembangan teknologi haruslah sejalan dan merupakan bagian dari perkembangan budaya dan peradaban kita sendiri, yang sesuai dengan karakter, kebutuhan dan sumberdaya yang kita miliki.

Menurutnya “modal manusia  (human Capital) menjadi kunci untuk mampu bersaing diera disrupsi”.

Kita tidak boleh menyalahkan teknologi, sebaliknya kita harus menyiapkan diri untuk bisa menjadi bagian dari perkembangan teknologi tersebut,” ujarnya.  

Dekan fakultas ekonomi dan bisnis islam UMK Bapak Syamsul Anam, SE.,M.Ec.Dev menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada bapak Prof. Faiz yang telah berkenaan membersemai civitas akademika FEBI UMK untuk berbagi informasi dan pengetahuan dalam melihat disrupsi dan masa depan modal manusia saat ini melalui kulah umum.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Prof. Dr. M. Faiz Syuaib, M.Agr. IPU yang bersedia menghadiri undangan kami. Ini adalah momentum yang luar biasa bagi kami khususnya mahasiswa kami karena dalam kesehariannya bapak prof ini  mengajar mereka yang terregistrasi sebagai mahasiswa IPB, hari ini kami beruntung bisa mendengarkan secara langsung dan diajar oleh pak prof,” tuturnya.

Kami berharap bisa belajar banyak dari IPB, mahasiswa kami bisa belajar disana. Kita tau IPB adalah salahsatu top ten dari kampus terbaik di Indonesia dan kayanya kita memeng perlu belajar di IPB,”lanjutnya.

Saya juga terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh LPPM IPB bersama tim khususnya terkait drone desa, yang saat ini juga telah di kombinasikan dengan pendekatan spasial sehingga lebih presisi,” tutupnya

Kagiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UMK khsusnya mereka yang mengambil peminatan Sumber daya Masnusia (SDM).