Prestasi vs Literasi Ekonomi Syariah

  • home -
  • Prestasi vs Literasi Ekonomi Syariah...
research
  • 22 Aug
  • 2020

Prestasi vs Literasi Ekonomi Syariah

Oleh: Al Asy Ari Adnan Hakim, SE.,M.SEI

     Sebuah apresiasi terbesar dari prestasi yang telah dicapai ekonomi syariah saat ini. Terlihat dari eksistensi lembaga keuangan syariah yang telah menjamur seiring dengan perkembangan produk-produk lembaga keuangan syariah serta banyaknya sektor usaha yang muncul dengan konsep syariah. Meskipun demikian, dibalik sebuah prestasi, terdapat catatan panjang dari beberapa problem penting berkaitan dengan eksistensi dari ekonomi syariah.

     Salah satunya point penting adalah tingkat literasi ekonomi syariah dari masyarakat yang masih relative rendah. Menurut laporan survey Bank Indonesia Tahun 2019, indeks literasi ekonomi syariah mencapai 16.3 persen dari skala 100 persen atas 5 aspek pengukuran. Dari 5 aspek pengukuran ini, sebesar 56,5 indeks literasi ekonomi syariah pada tingkatan not literate dan less literate.

     Dibalik rendahnya literasi ekonomi syariah, yang menarik terdapat 3 aspek pembentuk dengan tingkatan not literate dan less literate tertinggi yakni ekonomi syariah (67.6) dan kemampuan numeric ekonomi syariah (75.7). Kedua aspek ini, erat kaitannya dengan peranan lembaga keuangan syariah sebagai pintu terdepan dalam mengedukasi masyarakat berkaitan dengan aspek ekonomi syariah.

     Hampir dalam setiap berita, sering kali untuk kita dengar dan baca bahwa perkembangan ekonomi syariah cenderung mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini dibuktikan dari perkembangan lembaga keunangan syariah baik itu lembaga keuangan bank maupun non bank, besaran dana pihak ketiga yang bisa untuk dihimpun, besaran dana yang dapat disalurkan dan beberapa prestasi lainnya dari aspek keuangan. Namun cerita keberhasilan tersebut, pada nyata tidak menjadikan jaminan bahwa konsep ekonomi syariah sudah benar-benar untuk dipahami secara meluas oleh masyarakat.

     Sehingga tidak menjadi salah pula, jika masih banyak dari masyarakat saat ini menganggap bank syariah masih sama dengan bank konvensional.