Exclusive Interview: Memikirkan Kembali Orientasi Pembangunan Masa Depan

  • home -
  • Exclusive Interview: Memikirkan Kembali ...
research
  • 25 Jun
  • 2020

Exclusive Interview: Memikirkan Kembali Orientasi Pembangunan Masa Depan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menggelar Exclusive Interview secara online melalui Zoom bersama mantan Menteri ESDM Republik Indonesia Bapak Dr. Sudirman Said (24/6/2020). Interview kali ini mengangkat tema Memikirkan Kembali Orientasi Pembangunan Masa Depan.

Membuka sesi interview, Dekan FEBI UMK Syamsul Anam menyampaiakan, awalnya interview kali ini spesifik mengangkat tema tentang Keuangan Negara.

“Interview ini di setup spesifik mengenai Keuangan Negara yang didasari dengan adanya babak baru keuangan negara Indonesia”.

Ia melanjutkan, “Ada situasi baru pada sisi keuangan dimana dengan disahkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang no 1 tahun 2020 yang berkaitan dengan penanggulangan covid-19 di Indonesia yaitu pemerintah diberikannya keleluasaan dalam sisi anggaran untuk mengambil prakarsa luar biasa menyelamatkan keuangan negara.”

Saat ini jumlah kasus dan data pasien Covid-19 per 24/6/2020 telah mencapai 47 ribu kasus di Indonesia dan 9 juta kasus positif di seluruh dunia. Sementara itu ada 5 juta pasien Covid telah dinyatakan sembuh.

Wabah Covid-19 sangat berdampak terhadap perekomian global. Pertumbuhan ekonomi Global diprediksi akan mengalami kontraksi hingga 5.2 persen tahun 2020 menurut  perkiraan Bank Dunia.

Secara nasional efek dari wabah ini tidak terhindarkan. Perekonomian nasional terganggu karena wabah covid-19. Ada banyak kegiatan ekonomi dan bisnis yang terganggu terutama sector produksi yang tidak berkerja secara normal. Terbatasnya mobilitas manusia hingga pembatasan banyak hal demi memutus rantai sebaran wabah ini.

Mantan Menteri ESDM Bapak Sudirman Said menilai dengan munculnya wabah ini, seolah membuka banyak persoalan di negeri ini dan mengubah banyak aspek kehidupan.

“barangkali ini adalah waktu yang tepat untuk melihat penyelenggaraan pembangunan.” Tambahnya.

Mantan Aktivis anti Korupsi ini juga mengungkapkan setidaknya ada beberapa poin penting yang perlu direnungi selama masa pandemic ini.

  1. Covid membuka satu pemikiran lagi bahwa apakah  pengelolaan negara ini sudah dilakukan secara baik dan betul-betul  sudah mengikuti kaidah desentralisasi.
  2. Belum terpenuhinya kebutuhan fundamental ekonomi warga negara dan masih sangat tergantung dengan kapasistas produksi luar negeri.
  3. Distribusi pendapatan yang tidak merata. Kesenjangan makin tinggi. Pertumbuhan ekonomi diprediksi minus 7 persen dalam kuartal ini (BPS).
  4. Ternyata basis produksi kita tidak terlalu kuat. Terutama di bidang manufaktur.
  5. Sektor pertanian belum dikelola dengan baik sehingga pangan kita terdampak. Kita masih ketergantungan dengan produksi pangan luar. Sementara masa pandemic ini masing-masing negara sedang besiap bagaimana memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya bahkan mereka melarang ekspor pangan.
  6. Dari sisi sebaran, warga kita 60 persen ada di kota dan itu makin meningkat. Namun faktanya tidak serta merta kehidupan warga ini membaik dibandingkan kehidupan awalnya di desa. Ketika covid menghantam,  mereka mengalami masalah dan tekanan yang luar biasa.

Tahun 2024 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang. Apakah cita cita, janji jani pendiri bangsa sudah menuju tercapai atau tidak. Apalagi masa covid ini, maka waktu yang baik untuk melakukan reorientasi bagaimana arah pembangunan kita kedepan.

Menyoal kedatangan TKA Asing di Sulawesi Tenggara, dia menilai Investasi itu sudah ada regulasinya dan dibuat tidak untuk merugikan rakyat. Ada tahapan-tahapan yang harus dilewati hingga investasi ini beroperasi. Tentu yang utama adalah terhindarnya dari gejolak sosial.

Dia menghimbau agar informasi yang dijadikan bahan kajian agar tidak hanya informasi dari media sosial atau media lainnya. Namun perlu betul-betul melakukan riset.

Soal penggunaan tanaga asing, ada RPTKA yang menjadi rujukannya. Dan itu harus beralasan dalam penggunaan TKA. Misalnya warga setempat tidak tersedia dan juga mungkin ini memang kepentingan pemilik proyek. Biasanya diatur dalam perjanjiannya.”pungkasnya

Semua harus di dalami baik baik informasinya dan disuarakan ke otoritas yang tepat.”tuturnya