WEBINAR Daya Tahan Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi COVID 19: Solusi Bagi Daerah

  • home -
  • WEBINAR Daya Tahan Perekonomian Nasional...
research
  • 12 Apr
  • 2020

WEBINAR Daya Tahan Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi COVID 19: Solusi Bagi Daerah

Sejak pertengahan maret pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) telah mengeluarkan surat edaran perihal masa tanggap COVID-19 di liangkungan UMK. Salah satu isi daripada surat itu menyangkut  kegitan proses pembelajaran dan pelayanan administrasi pada lingkup UMK tetap berjalan dan dilakukan secara online.

Ditengah masa tanggap tersebut serta adanya himbaunan untuk tidak berkumpul dan beraktifitas yang melibatkan berkumpulnya orang banyak, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UMK berupaya untuk tetap melangsungkan seminar yang menjadi agenda rutin fakultas.

Pada hari sabtu 11/04/2020) melalui aplikasi Zoom, FEBI UMK menggelar seminar online dengan tema Daya Tahan Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi COVID-19: Solusi Bagi Daerah dengan menghadirkan bapak Dr. Abdul Hamid Paddu, MA dan bapak Muh. Irdam Ferdiansah, M.Acc yang saat ini sedang menyelsaikan program doktor di Australia.

Dr. Abdul Hamid Paddu memberikan pandangannya mengenai ketahanan nasional selama masa pandemi covid-19 serta ramalan secara makro mengenai masa depan perekonomian khususnya di tahun 2021 setelah melewati penyebaran viris ini. Sementara bapak irdam memberikan gambaran bagaimana pemerintah Australia menangani COVID-19 dan kebijakan-kebijakan strategisnya untuk memutus rantai penyebaran virus ini.

Dr. Hamid menilai COVID-19 ini pasti akan berdampak terhadap perekonomian baik secara Global, Nasional bahkan Perekonomian di daerah akan lesu. Menurutnya, jika kita mengambil skenario berat, pertumbuhan ekonomi kita hanya akan tumbuh 2.3 persen saja. tapi kalau kita mengambil skenario sangat berat pada dampak covid-19 ini maka pertumbuhan PDB kita akan minus pada angka -0.4 pesen.

Sementara dari sis nilai tukar rupiah, bila dampaknya sangat berat maka Nilai tukar kita bisa tembus Rp20.000 per dolar Amerika dengan  angka inflasi 5.1,”tuturnya.

Dia menambahkan bahwa Kerugian dunia atas penyebaran virus corona sebesar 77-345 miliar USD dan mayoritas berasal dari china yang rugi hingga 43-236 Miliar USD.

Dia juga menilai bahwa feature ekonomi ke depan pada tahun 2021 dipenuhi dengan indikator ekonomi makro dunia yang melorot karena virus corona. Negara-negara akan menerapkan inward trade policies untuk mempertahankan daya beli masyarakatnya masing-masing serta volume perdagangan dunia turun ditengah situasi harga komoditas yang persistent rendah.

Untuk daerah sendiri ekonomi Universitas Hasanuddin itu menilai bahwa daerah harus kreatif harus bisa mencari sumber pembiayaan pembangunan lain sebagai alternative atas dampak covid ini. Menurutnya PAD akan menurun hingga 40 persen dan refocusing pengguanaan anggaran itu harus dilakukan.

Kendati demikian dia masih optimis bahwa wabah ini bisa teratasi dengan baik. Sebab dalam kondisi seperti ini pemerintah tidak menjadi pemain tunggal dalam menangani virus Corona. Namun rakyat, msyarakat baik secara individu maupun melalui lembaga atau organisasi ikut membantu dalam penangan pandemic ini. Bila kasusnya besar kita harus bersiap virus ini bisa sampai pada bulan desember. Namun bila tidak, bisa lebih cepat teratasi.

Sebagai rekomendasi dia menuturkan bahwa perlu mentrasforasi industry pengolahan pertanian/perikanan menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Infrastruktur dan logistic berpengaruh positif terhadap pertumbuhann ekonomi. Perlu mempersiapkan alternative pembiayaan baik itu Obligasi daerah/SBSN-Daerah, investasi, pembiayaan infrastruktur (SMI,SMF). Mendorong absorpsi domestic. Kelembagaan dan tata niaga harus   meningkatkan daya saing. Kualitas infrastruktur harus ditingkatkan hingga perlu adanya koordinasi kebijakan makro regional.

Disesi yang berbeda irdam menjelaskan bahwa di Australia sendiri telah mendeteksi adanya virus ini pada bulan januari. Sehingga langsung pemerintah Australia menutup lintas penerbangan langsung menuju china begitu pula sebaliknya.

Kepada masyarakatnya, pemerintah australia memberiakan insentif hingga 750 USD pada masyarakat yang terdampak covid-19. Bahkan pemerintah Australia tidak menaikkan tariff pada sector energy, listrik dan gas. Penggunaan energy listrik dan Gas naik hingga 30 persen dari kondisi normalnya karena dimasa pandemic ini, hampir 24 jam aktifitas dilakukan dalam rumah.

WEBINAR ini merupakan kerjasama FEBI UMK bersama FEBI UIN Alauddin Makassar, FE UNM, FEB Unismuh Makassar dan Jurusan Akuntansi Politkenik Negeri Makassar.