FEBI UMK Menerima Izin Operasional Prodi Bisnis Digital

  • home -
  • FEBI UMK Menerima Izin Operasional Prodi...
research
  • 27 Jan
  • 2020

FEBI UMK Menerima Izin Operasional Prodi Bisnis Digital

Kepala LLDIKTI wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Bapak Prof. Dr. Jasruddin, M.Si menyerahkan dua SK Izin Operasioanl Program Studi baru di Universitas Muhmmadiyah Kendari (UMK), 27/1/2020. Kedua Program Studi tersebut adalah Program Studi Teknik Sipil dan Program studi Bisnis Digital.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UMK merupakan salah satu Fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UMK. Hadirnya Program Studi Bisnis Digital pada FEBI UMK memberikan pilihan baru bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di  FEBI UMK.

Pada acara serah terima tersebut, dekan FEBI UMK menerima secara langsung Izin Operasional tersebut dari Rektor UMK serta disaksikan oleh Kepala LLDIKTI dan tamu undangan dari perguruan tinggi swasta se Sulawesi Tenggara. Dengan dikantonginya izin operasional ini, Kedua Prodi tersebut segera membuka penerimaan mahasiswa baru pada pertengahan tahun ini.

Dalam beberapa diskusi bersama dekan FEBI UMK, dia mengungkapkan bahwa untuk angkatan perdana prodi ini, direncanakan akan membuka dua kelas reguler.

“Bila izin sdah diperoleh, tantangan terbaru dari prodi itu adalah bagaimana prodi tersebut bisa tersosialisasikan ke calon mahasiswa dan tentu bagaimana agar diminati,” tuturnya

“Walaupun berat, tantangan ini harus mampu kita lalui, kita perlu bersiap lebih matang dan efektif. Sebab kita hadir untuk menjawab kebutuhan pasar. Perguruan tinggi perlu menjawab tantangan pasar dengan membuka prodi baru yang sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Hal senada diutarakan Prof. Jasruddin bahwa Perguruan tinggi masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. APK Kita hanya 34 persen. Artinya 1000 orang lulusan SMA SMK sederajat hanya 340 orang yang lanjut dibangku kuliah. Sehingga masih ada 64 persen lulusan SMA kita, belum masuk di perguruan tinggi. Ini adalah bukti bahwa kita masih dibutuh oleh masyarakat. Tangangannya adalah bagaimana kita bisa menjadi perguruan tinggi yang dicintai masyarakat,” Pungkasnya.

Dalam lawatannya Kepala LLDIKTI tersebut juga mengsosialiasis KAMPUS MERDEKA yang di usung oleh menteri pendidikan baru Bapak Nadiem Makarim.

“Sederhananya Urusan Pendidikan ini Jangan Dipersulit,” Ucap Prof. Jasruddin

Pokok kebijakan dari Kampus Merdeka ini adalah (1) Pembukaan Program Studi Baru (2) Sistem Akreditasi Program Studi (3) perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (4) Hak Belajar Tiga Semester diluar Program Studi.

Dimana Setiap Perguruan tinggi diberi otonom untuk membuka program studi baru, Re-Akreditasi akan dilakukan secara otomatis untuk semua tingkatan dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan Program studi, Kebebasan Bagi PTN Badan Layanan Umum dan Satuan Kerja untuk menjadi PTN Badan Hukum, Hak mengambil mata kuliah di luar prodi dan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks).

Dia juga menilai pentingnya dibentuk Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Sulawesi Tenggara. Dimana didalamnya beranggotakan PTS Se-Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan itu pula rektor UMK, Bapak Amir Mahmud secara Aklamasi Disepakati sebagai PLT APTISI yang diberi amanah untuk memperisapkan musyawarah pengurus Asosiasi tersebut. (yus)