JNE Goes To Campus: Socio Preneur in Disruption Era

  • home -
  • JNE Goes To Campus: Socio Preneur in Dis...
research
  • 23 Aug
  • 2019

JNE Goes To Campus: Socio Preneur in Disruption Era

JNE Siap menerima mahasiswa magang FEBI UMK di kantor cabang Sulawesi Tenggara maupun pusat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Regional Sulampapua JNE Gary Wiharto pada acara JNE Goes To Campus yang diselenggarakan di GIC Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), (21/08/2019).

Kehadiran JNE di UMK merupakan rangkaian dari agenda kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan JNE Cabang Sultra. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Talk Show denga mengangkat tema SOCIO-PRENEUR In Disruption Era.

Setidaknya ada 200 orang peserta memeriahkan acara ini. Selain dari JNE pusat, talk show ini juga menghadirkan beberapa narasumber yang merupakan wirausahawan di Sulawesi Teggara. Hadir Founder PT. Keraton Kendari Blanja ibu Ratna Sari, L Rakhmad Darmawan Pimpinan PT. Auva Corp Action, Didi Sardiman CEO CV. Metro Graphia Kendari.

Sementara dari unsur pimpinan universitas, diwakili oleh wakil rector II UMK bapak Mustam, SP.,MP sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya WR II berpesan agar mahasiswa di UMK khususnya FEBI UMK untuk terus belajar dan bekerja keras khususnya menghadapi era disrupsi sekarang ini.

Mustam menambahkan agar kita mecontoh Nabi Besar Muhammad, SAW dimana sejak usia mudanya sudah menjadi seorang wirausahawan sukses. dia juga berharap dengan adanya acara ini bisa memperkuat keinginan, tekad dan kemauan mahasiswa UMK untuk memulai usaha dan banyak lagi membentuk wirausahawan muda.

Ini merupakan kegiatan yang sangat postif, kita berharap bisa mengambil banyak pengetahuan dari acara ini, tutup WR II UMK

Pasar e-commerce di Indonesia meski tumbuh relative kecil, namun tumbuh dua kali lipat pada tahun 2016 dan terus meningkat. China, Amerika dan Singapura masih mendominasi persentase transaksi ecommerce dari total belanja ritel dunia.

Data yang di rilis oleh katadata.co.id menunjukan tahun 2021 transaksi e-commerce Global mencapai Rp60.467 triliun.

Kepala JNE Sulampapua menuturkan bahwa kedepan akan banyak pergeseran model belanja yang tentu itu didukung oleh banyaknya market place yang berkembang di pasar. Aktivitas pembeian secara online akan tumbuh pesat dan kita saat ini yang berkeinginan untuk terjun di dunia usaha atau sudah, kita harus bersiap dengan dunia yang serba digital. Kita harus merancang dan mengambil strategi tepat untuk menjaga konsumen.