Diskusi dan Sosialisasi: Peran OJK dan Geliat UMKM di Sulawesi Tenggara Menghadapi Era Disrupsi

  • home -
  • Diskusi dan Sosialisasi: Peran OJK dan G...
research
  • 16 Aug
  • 2019

Diskusi dan Sosialisasi: Peran OJK dan Geliat UMKM di Sulawesi Tenggara Menghadapi Era Disrupsi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara menggelar Diskusi dan Sosialisasi dengan tajuk Peran OJK dan Geliat UMKM di Sulawesi Tenggara Menghadapi Era Disrupsi, (14/08/2019).

Selain dari OJK itu sendiri, hadir pula Bapak Dr. H. Mz. Amirul Tamim yang saat ini merupakan anggota DPR RI Komisi XI sebagai narasumber pada diskusi yang dihelat di Gedung Islamic Centre tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya OJK untuk terus mengsosialisasikan hadirnya OJK di masyarakat yang bertujuan untuk Mengatur, Mengawasi dan Melindungi guna menciptakan industry keuangan yang sehat di Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Syamsul Anam, SE.,M.Ec.Dev, juga menjadi narasumber pada diskusi tersebut.

Secara spesifik, dekan febi focus meyoal peran pemerintah Sulawesi Tenggara yang saat ini menurutnya tidak mengarahkan investor yang masuk ke Sultra.

Menurutnya Sulawesi tenggara basisnya merupakan pertanian yang secara historis ini sudah berlangsung lama. Sektor ini menyumbang cukup signifikan terhadap perekonomian Sultra, sayanya dari sisi share dan tumbuhnya kian mengalami perlambatan.

Perlambatan ini tidak lepas dari focus-fokus pemerintah daerah saat ini. Dia menambahkan seharusnya pemerintah daerahlah yang harusnya terus mendorong secara ekstra untuk kembali menjadikan sector ini sebagai kekuatan ekonomi.

Dia juga melihat bagaiman sector pertambangan kemudian menjadi sektor dengan kontribusi besar dalam perekonomian dalam beberapa dekade terakhir di sultra. Disatu sisi sector ini merupakan sector padat modal dan tenaga kerja yang terserap pada sektor ini juga merupakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus dan tidak semua warga kita memiliki keterampilan itu da bisa bergabung dengan sektor itu.

Arah investasi di Sulawesi tenggara tidak pada sektor pertanian dan rata-rata masuk ke sector pertambangan. Hal ini menjawab bahwa pemerintah tidak mengambil upaya untuk mengarahkan investor untuk masuk ke sektor yang seharusnya menjadi basis yang kemudian bisa tumbuh dan menguat. Padahal jika kita ingin mendorong UMKM maju kita harus memperkuat sektor basis kita

Sementara OJK sendiri hadir di Universitas Muhammadiyah kendari untuk memperkenalkan fungsi dan peran OJK itu sendiri. Mulai dari pencegahan kerugian hingga pelayanan pengaduan masyarakt.

Kepala Lembaga Jasa Keuangan itu berharap dengan terlaksananya kegiatan ini OJK bisa lebih dikenal dan bisa membantu dan mengedukasi masyarakat khususnya melalui perguruan tinggi untuk terlebih bisa waspada dalam memilih media untuk berinvestasi.

Pada diskusi ini dibahas tuntas bagaiman ciri investasi bodong hingga bagaimana menghindari investasi bodong.

Pada sesi yang berbeda, Amirul Tamim yang hadir pada diskusi itu menegaskan bagaimana besarnya potensi alam di Sulawesi Tenggara lebih khusus menyoal potensi ikan di sultra.

Dia menyebutkan bahwa setiap hari nelayan kita menangkap ikan berton-ton. Namun hampi setiap hari juga mereka membuang ikan berton-ton.

Ketersediaan pasar untuk hasil tangkapan nelayan merupakan masalah besar di Sulawesi tenggara.

Kita punya potensi ikan. Tapi pasarnya tidak ada, tutur walikota 2 periode bau-bau tersebut.

Dia juga menambahkan 80 persen potensi indonenia itu ada di kawasan timur Indonesia. Artinya sultra adalah potensi besar untuk memberi layanan demi menguatkan ekonomi Indonesia.

Selain itu potensi UMKM di Sulawesi tenggara cukup menjanjikan, hal ini di konfirmasi oleh Maulana yusuf yang hadir sebagai narasumeber dari OJK. Investasi tersebut mencapai triliunan.

Walau belum memberikan bobot yang berarti sebagai penopang ekonomi sultra namun optimis anggota DPR RI itu tidak surut. Kita optiomis pengembangan UMKM akan Besar di Sultra.

Sebagai penutup dia menyampaikan bahwa sosialisasi OJK akan terus digemakan hingga ke desa dan kelurahan.

Kita akan masuk ke pemerintah desa, lurah hingga ke masyarakat. Karena banyak kasus pemerintah desa sendiri tidak tau legal apa tidak, lembaga keuangan di leingkungannya.

Mahasiswa dan peserta sangat antusias mengikuti diskusi ini. Beberapa orang peserta berhasil memperoleh door prize  dari OJk karena berhasil menjawab kuis dari ojk.

Acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari dekan FEBI UMK ke pemateri. Red Yus