Dalam rangka penguatan pada konsentrasi manajemen aset yang baru dibuka di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah kendari (UMK), FEBI menghadirkan Bapak Zulfan Effendi, M. Ec.Dev, MAPPI (Cert) dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Universitas Muhammadiyah Kendari 6/07/2019.
Kuliah umum tersebut bertajuk Penilaian Aset dan Bisnis: Peran, Peluang dan Tantangannya di Indonesia. Selain penguatan pada konsentrasi baru ini, kuliah umum ini juga diharapkan mampu memberi perspektif baru bagi mahasiswa FEBI UMK khususnya mereka yang mengambil peminantan manajemen aset.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bapak Syamsul Anam, SE., M.Ec.Dev menyampaikan harapannya agar kuliah umum ini mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa khsusunya mahasiswa UMK agar lebih mengetahui dan mengenal bagaimana peran peluang dan tantangan profesi penilai di Indonesia.
Jumlah penilai public di Indonesia tahun 2018 kini berjumlah 609. Penilai publik di Indonesia banyak digerakkan oleh laki-laki. 86 persen jumlah penilai publik di Indonesia adalah laki-laki dan lebihnya perempuan. Selain itu penilai public saat itu 81 persen berada di pulau jawa. Di Sulawesi sendiri baru sekitar 3 persen dari total jumlah penilai publik se Indoneisa. Bahkan di Sulawesi tenggara baru tersedia 1. Tentu ini merupakan peluang bagi masyarakat yang memiliki minat membangun karir sebagai penilai aset dan bisnis di Sultra,’’ tutur Zulfan dalam membawakan kuliah umum di GIC UMK.
Selain itu jumlah jasa KJPP dan Cabang KJPP saat ini masih di dominasi oleh Swasta. Tahun 2015 tercatat 72.92 persen KJPP masih daibawah naungan pihak swasta. 26 persen milik BUMN. 1.7 persen merupakan Proyek Pemerintah, 1.27 persen milik BUMD dan 0.23 persen adalah Koperasi.
Dalam pemaparannya Zulfan Effendi menjelaskan bahwa tantangan penilain saat ini adalah (1) Mayoritas penilai public berada dipulau jawa disatu sisi kebutuhan penilai yang dangat tinggi di daerah. (2) Risiko Pekerjaan, terutama terkait penilaian untuk tujuan pengadaan tanah dan lelang. Kebutuhan pemerintah daerah maupun perbankan yang meningkat pesat. (3) terbatasnya perguruan tinggi yang memiliki spesialisasi terkait penilain aset dan penilaian bisnis. Peningkatan kompetensi hanya melalui pendidikan designasi serta non designasi. (4) Kasus Hukum. Peningkatan Kulaitas Perkerjaan Penilaian dan Ketaatan mengikuti kode etik serta prosedur penilaian.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UMK juga menyelenggarakan kuliah tamu khususnya bagi mahasiswa FEBI konsentrasi manajemen aset untuk konsultasi dan pendalaman penelitian khususnya isu manajemen aset di sore hari pada hari yang sama di Hotel Agung Kendari. (Yus)
Tinggalkan Komentar